Dari Etika ke Formalitas: Reduksi Makna Minta Maaf dalam Tradisi Idul Fitri
Oleh: Muhammad Aska Irfani (Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga) Tradisi saling minta maaf pada momentum Idul Fitri pada mulanya mengandung dimensi teologis dan etis yang mendalam dalam kerangka ajaran Islam. Ia bukan sekadar ekspresi kultural, melainkan praksis moral yang mengandaikan adanya kesadaran diri, pengakuan atas kesalahan, serta komitmen untuk memulihkan relasi yang retak. Namun, dalam konteks sosial kontemporer, praktik ini kerap mengalami reduksi makna, bergeser dari tindakan etis yang reflektif menjadi sekadar ritual simbolik yang dijalankan tanpa penghayatan yang memadai. Reduksi ini tampak dalam bentuk standardisasi ekspresi maaf yang cenderung homogen dan impersonal. Ucapan-ucapan normatif yang disirkulasikan secara massal melalui media digital memperlihatkan bagaimana permohonan maaf kehilangan dimensi afektif dan eksistensialnya. Dalam kondisi demikian, subjek tidak lagi hadir secara utuh dalam tindakan meminta maaf, melainkan sekadar...