Posts

Dari Etika ke Formalitas: Reduksi Makna Minta Maaf dalam Tradisi Idul Fitri

Image
Oleh: Muhammad Aska Irfani (Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga)  Tradisi saling minta maaf pada momentum Idul Fitri pada mulanya mengandung dimensi teologis dan etis yang mendalam dalam kerangka ajaran Islam. Ia bukan sekadar ekspresi kultural, melainkan praksis moral yang mengandaikan adanya kesadaran diri, pengakuan atas kesalahan, serta komitmen untuk memulihkan relasi yang retak. Namun, dalam konteks sosial kontemporer, praktik ini kerap mengalami reduksi makna, bergeser dari tindakan etis yang reflektif menjadi sekadar ritual simbolik yang dijalankan tanpa penghayatan yang memadai. Reduksi ini tampak dalam bentuk standardisasi ekspresi maaf yang cenderung homogen dan impersonal. Ucapan-ucapan normatif yang disirkulasikan secara massal melalui media digital memperlihatkan bagaimana permohonan maaf kehilangan dimensi afektif dan eksistensialnya. Dalam kondisi demikian, subjek tidak lagi hadir secara utuh dalam tindakan meminta maaf, melainkan sekadar...

Menimbang Makna Ramadhan: Antara Ritualitas, Konsumerisme, dan Transformasi Etis

Image
Oleh: Muhammad Aska Irfani (Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam, UIN Sunan Kalijaga)  Ramadhan yang akan segera berakhir menghadirkan momentum refleksi yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga etis dan sosial. Bulan ini sering dipahami sebagai periode peningkatan ibadah, namun secara kritis perlu dipertanyakan apakah peningkatan tersebut diikuti oleh pendalaman makna. Dalam praktiknya, Ramadhan kerap dijalani sebagai rutinitas tahunan yang berulang, tanpa disertai upaya serius untuk membangun perubahan kesadaran yang lebih mendasar. Puasa sebagai inti dari Ramadhan memiliki fungsi edukatif, yakni melatih pengendalian diri dan membentuk kepekaan moral. Akan tetapi, realitas menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan ritual dan perilaku sehari-hari. Tidak sedikit individu yang mampu menahan lapar dan haus, tetapi masih kesulitan mengendalikan emosi, menjaga tutur kata, dan menghormati sesama. Hal ini menandakan bahwa nilai-nilai puasa belum sepenuhnya teri...

PENGARUH FILSAFAT INDIA (FILSAFAT HINDU-BUDHA) TERHADAP STRUKTUR SIMBOL KEPRIBADIAN BANGSA INDONESIA

Image
Oleh: Muhammad Aska Irfani  Setiap negara memiliki ciri khas bangsanya sendiri untuk membedakanya dengan bangsa lain. Bangsa Indonesia memiliki ciri khas sendiri baik dari karakter, tingkah laku, pandangan hidup dan segala bentuk serta manifestasi budayannya; sehingga mempunyai sifat dan khas yang disebut dengan kepribadian. Dari banyaknya keberagaman yang dimiliki Indonesia, perlu adanya pemersatu dan itu ditunjukan dengan bentuk simbol “Garuda Pancasila” dan bertuliskan selogan “Bhineka Tunggal Ika”.  Dalam simbol kepribadain Bangsa Indonesia yang ditunjukan dengan bentuk “Garuda Pancasila” yang di bawahnya bertuliskan selogan “Bhineka Tunggal Ika” memang memiliki banyak pengaruh dari budaya asing, salah satunya adalah pengaruh filsafat India. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa bukan berarti simbol kepribadian bangsa Indonesia itu semata-mata hanya copy paste dari India. Jadi di sini Penulis akan mencoba menganalisis dengan mengajukan pertanyaan : bagaimana si penga...

KEBANGKITAN ISLAM DI TURKI PADA SAAT MENGHADAPI SKULARISME

Image
Turki sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan negara sekuler, hal itu tidak lepas dari pengaruh pemerintahan Mustafa Kemal Atatur yang memasukkan ideologi sekuler dan pada tahun 1924 menghapus lembaga Kekhalifahan di Turki. Menurut Kemal Ataturk, adanya campur tangan Islam dalam berbagai hal termasuk pada bidang politik, telah membawa kemunduran. Kemal membandingkannya dengan Barat, bahwasanya Barat berani meninggalkan agama dari politik dan melaksanakan sekularisme sehingga melahirkan peradaban yang besar. Dengan demikian, jika Turki ingin maju dan modern, maka harus mengikuti Barat dengan melaksanakan sekularisasi. Jadi budaya dan gaya hidup masyarakat Turki harus mengikuti Barat. Skularisme di Turki dimuali pada masa pemerintahan Mustafa Kemmal Attatur setelah runtuhnya kesultaan Turki Utsmani pada tahun 1923. Mustafa Kemal Atatur mendirikian Negara Republik Turki di atas puing-puing   reruntuhan khalifahan Turki Utsmani dengan memegang perinsip sekularisme, modernism, dan...

Nilai-Nilai Budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok dalam Perspektif Hermeneutika

Image
  Setiap daerah mempunyai kesenian tersendiri yang menjadi identitas   suatu daerah. Dari masing-masing bentuk kesenian daerah merupakan ciri khas dan menjadi corak budaya daerah asal kesenian itu. Oleh karena itu, kesenian daerah merupakan puncak-puncak budaya yang terdapat di daerah dan menjadi simbol masyarakat pemiliknya. Terciptanya suatu kesenian (pertunjukan) secara konseptual akan berpedoman pada sistem nilai budaya yang mengelilinginya dan khas sesuai dengan budaya daerah tersebut. Kemidi Rudat merupakan salah satu jenis teater tradisional yang menjadi milik masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemidi Rudat adalah seni tradisional Islam yang diserap dari kebudayaan Arab (Turki). Jika kita lihat dari latar belakang sejarahnya, Kemidi Rudat dicetuskan oleh seorang haji yang baru pulang dari Mekkah. Secara fisik, jenis kesenian ini melukiskan kegagahan prajurit Turki (Islam) yang lengkap dengan seragam tentara. Nuansa Timur Tengah dalam kesenian rudat...

FENOMENA HOAX DI MEDIA SOSIAL DALAM PANDANGAN HERMENEUTIKA

Image
Di era yang modernis ini banyak kalangan masyarakat yang tak mau kalah dalam bermain gadget dan aplikasi-apikasi didalamnya. Seiring berkembangnya zaman, banyak juga bermunculan aplikasi obrolan dan bacaan yang berlomba-lomba menampilkan berita dan kisah-kisah di sisi lain belahan dunia. Hingga kini media-media digital atau yang sering disebut dengan media sosial banyak bermunculan dari masa ke masa. Era kemajuan dari media sosial dapat dikatakan dimulai pada tahun 2001 dan berlangsung hingga sekarang. Semakin majunya dunia digital memunculkan banyaknya media sosial yang menarik perhatian masyarakat umum dari kalangan atas hingga menengah kebawah. Media-media sosial tersebut diantaranya adalah Wikipedia, Facebook, Youtube, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan banyak lagi media sosial lainnya. Salah satu kehebatan media sosial adalah membuat data yang kita tak tahu pasti kapan dan dimana suatu kejadian terjadi dan kemampuan media sosial dalam menghilangkan batasan-batasan waktu, geografi...

Krisis Moral Anak Muda Di Era Milenial

Image
Melihat era sekarang, banyak sekali problem-problem moral yang terjadi disekitar kita, terutama di kalangan anak muda. Hal itu sulit dipungkiri melihat masa sekarang sudah berbeda sekali dengan masa-masa sebelumnya. Di Era ini teknologi sangat mendominasi dikalangan anak muda, dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih informasi pun sangat begitu cepat untuk diakses. Masalah perilaku di tengah perkembangan digital yang dimana dengan sangat mudah diakses oleh generasi Milenial ibarat dua sisi mata pisau yang jika dimanfaatkan akan sangat berguna untuk mendongkrak kemampuan bagi penggunanya yang mana saat ini media menyajikan dan memberikan banyak informasi yang dibutuhkan oleh kebanyakan anak muda, begitupun sebaliknya jika disalahgunakan akan merugikan penggunanya maupun orang lain. Tanpa kita sadari kerisis moral tengah melanda anak muda di era milenial. Hal ini membuat kita prihatin melihat kondisi yang menimpa generasi penerus bangsa jika tetap dibiarkan akan seperti apa ...