KEBANGKITAN ISLAM DI TURKI PADA SAAT MENGHADAPI SKULARISME
Turki sebelumnya lebih dikenal dengan
sebutan negara sekuler, hal itu tidak lepas dari pengaruh pemerintahan Mustafa
Kemal Atatur yang memasukkan ideologi sekuler dan pada tahun 1924 menghapus
lembaga Kekhalifahan di Turki. Menurut Kemal Ataturk, adanya campur tangan
Islam dalam berbagai hal termasuk pada bidang politik, telah membawa
kemunduran. Kemal membandingkannya dengan Barat, bahwasanya Barat berani
meninggalkan agama dari politik dan melaksanakan sekularisme sehingga
melahirkan peradaban yang besar. Dengan demikian, jika Turki ingin maju dan
modern, maka harus mengikuti Barat dengan melaksanakan sekularisasi. Jadi budaya
dan gaya hidup masyarakat Turki harus mengikuti Barat.
Skularisme di Turki dimuali pada masa
pemerintahan Mustafa Kemmal Attatur setelah runtuhnya kesultaan Turki Utsmani
pada tahun 1923. Mustafa Kemal Atatur mendirikian Negara Republik Turki di atas
puing-puing reruntuhan khalifahan Turki
Utsmani dengan memegang perinsip sekularisme, modernism, dan nasionalisme.
Meskipun Kemal bukanlah orang yang pertama kali memperkenalkan ide-ide
tersebut. Gagasan Mustafa Kemal banyak mendapat pengaruh dari Ziya Gokalp seorang
sosiolog Turki yang diakui sebagai Bapak Nasionalisme Turki. Pemikiran Ziya
Gokalp adalah sintesa antara tiga unsur yang membentuk karakter bangsa Turki,
yaitu ke-Turki-an. Islam dan Modernisasi. Kemal menginginkan peradaban baru untuk
bangsa Turki, yang dapat mengantarkan Turki pada abad 20 menuju kejayaan
melalui peradaban Barat dengan skularisasinya di berbagai bidang dalam kehidupan.
Langka pertama yang di lakukan Kemal Atatur pada saat menjadi pemimpin negara
adalah merubah negara yang awalnaya kesultanan menjadi Republik dengan
menyingkirkan kekuasaan sultan dan mengangkat Abdul majid yang merupakan
keluarga sultan sebagai Khalifah yang akan dijadikan sebagai simbol pemersatu
agama dan tidak menjadi penguasa politik. Setelah meniadakan kekhalifahan,
kemalisme juga menghapus lembaga-lembaga syariah, walapun lembaga tersebut
perannya sudah sangat dibatasi oleh para pembaharu kerajaan Turki Utsmani.
Namun bagi Kemal, syariat merupakan benteng terakhir yang masih tersisa dari sistem
keagamaan tradisional. Tidak berhenti disitu saja, Kemal juga menutup sekolah –
sekolah madrasah yang mana itu sudah ada sejak 1300-an sebagai lembaga
Pendidikan Islam.
Kemal tidak hanya berhenti disitu,
namun ia juga merubah azan yang mulanya menggunakan bahasa arab, diubah menjadi
bahasa Turki, karena peradaban menurut Kemal berarti peradaban barat. Alasan
utama Kemal untuk memajukan Turki adalah bahwa Turki harus mengikuti jejak
Barat dari segala sisi. Oleh karena itu pada masa pemerintahanya ia mengeluarkan
kebijakan larangan menggunakan pakaian – pakaian yang dianggap sebagai pakaian
agama di tempat-tempat umum dan menganjurkan masyarakat Turki menggunakan
pakaian – pakaian ala Barat. Dari kebijakan Kemal itu sampai saat ini
penggunaan topi menghilang berbarengan dengan menghilangnya memakai topi pada
masyarakat Eropa.
Sejak kepemimpinan Mustafa Kemal
Ataturk-lah Turki mulai mendeklarasikan diri sebaga negara yang sekuler, dimana
posisi agama berada pada ruang privat dan berada di bawah kontrol negara.
Menurut Kemal sekuler merupakan pilihan yang paling tepat untuk membawa Turki
menjadi lebih baik. Melalui sekulerismenya banyak sekali melakukan pembaharuan yaitu
(1), merformasi Negara Turki dari Kesultanan menjadi Republik. (2), melakukan
reformasi agama dengan tujuan untuk merasionalkan agama yaitu memisahkan agama
dari urusan negara dan mengakhiri kekuasaan Syaikhul Islam sebagai sebuah
lembaga agama dalam masalah politik, sosial, dan kebudayaan. (3), melakukan
reformasi bahasa yaitu merubah tulisan Arab dan diganti dengan menggunakan
tulisan Latin. (4), mereformasi hukum dengan mengganti Undang – Undang Syariah
yang berlaku di Turki dengan Undang – Undang Sipil Swiss. (5), dan ia juga
mereformasi Pendidikan.
Namun itu semua tidak bertahan lama
setelah wafatnya Mustafa Kemal Ataturk pada tanggal 10 November 1938 di
Istanbul. Pada masa pemerintahan Ismet Inano merupakan sebuah awal dari
kebangkitan Islam, kajian-kajian ke Islaman mulai muncul kembali. Dan kegiatan
keagamaan mulai tampak dimana – mana setalah Perang Dunia ke 2 usai, dan itu
menjadi harapan masyarakat Turki agar pelajaran agama kembali dimasukan kedalam
kurikulum di sekolah. Lalu pada tahun 1950 mulai dilakukan berbagai upaya,
seperti mengembalikan azan dengan menggunakan bahasa Arab, dan memperluas
jangkauan agama.
Necmetin Erbakan, yaitu orang yang
membangun “Gerakan Islami” yang ada di Turki. Ia harus menghadapi kerasnya
kehidupan sekularisme dan militer yang menjadi garda depan sistem sekuler di
negeri yang pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam. Pada saat awal Erbakan
memenangkan pemilu pada tahun 1996, ia melakukan kerjasama dengan pemimpin
Partai Tanah Air, Tancu Ciller dan kemudian membentuk pemerintahan Turki, dan
Erbakan yang menjadi perdana menteri. Akan tetapi umur pemerintahanya tidak
bertahan lama, hanya satu tahun, karena dibubarkan oleh militer Turki yang
tidak menginginkan Erbakan mengembangkan pandangan – pandangan yang Islamis.
Hal itu menjadi penjegalan yang menimpa Necmekin Erbakan pada tahun 1997 saat
memimpin Turki. Akan tetapi perjunagan Islamisasi di Turki tidak terhenti
begitu saja, karena murid dari Erbakan yaitu Recep Tyyip Erdogan bersama
Abdullah Gul memegang tokat estafet dalam mendirikan partai yang berbasis
Islam. kedunya memilki kesamaan dengan gurunya, yaitu memperjuangkan ideologi
Islam di Turki. Kebijakan yang dikeluarkan Erdogan adalah mengembalikan
kebiasaan lama yaitu pengajaran Al- Qur’an dan Hadits di sekolah – sekolah yang
sudah lama dihilangkan dan kebebasan menggunakan hijab di kampus – kampus di
Turki.
Yang menjadi Faktor pendorong
kebangkitan Islam di Turki dan penyebab gagalnya Sekularisme di Turki menurut
saya adalah saat Kemal Ataturk menguasai Turki dan menerapkan Sekularisme
secara ketat dan ia melepaskan agama islam dari kenegaraan. Tetapi Islam di
Turki tidak lenyap begitu saja, Islam tetap bergerak di bawah permukaan
menunggu iklim yang baik untuk perkembangan Islam. Bahkan masyarakat pedesaan
Turki hampir tidak terpengaruhi oleh gerakan sekularisasi yang di lancarkan oleh
Kemal Ataturk, mereka tetap memegang agama Islam secara kokoh. Selain itu
mengapa agama Islam kembali bangkit setelah dibungkam sekularisme, yaitu tidak
lain karena upaya westernisasi ( pembaratan)bangsa Turki yang begitu derastis
ternyata tidak bisa menyelesaikan masalah – masalah yang dihadapi Bangsa Turki,
kemiskinan dan keterbelakangan tidak juga punah. Banyak rakyat Turki yang
merasa bahwa sekalipun ada kemajuan ekonomi, akan tetapi pengorbanan yang
mereka berikan begitu besar tidak seimbang dengan hasil yang mereka peroleh.
Jadi sekeras apapun usaha pemerintah sekular Turki dimasa lalu yang ingin
membaratkan Bangsa Turki, hal itu tidak bisa menyelesaikan masalah domestik di
Turki.
Faktor
lain kebangkitan Islam di Turki dan gagalnya sekularisme adalah arus besar
kebangkitan Islam pada tahun 70 – 80an di berbagai belahan dunia Islam. Hal ini
memberikan dorongan yang berarti bagi rakyat Turki yang sejatinya beridentitas
muslim. Banyak rakyat Turki yang merasakan kebanggaan sebagai muslim dan mulai
mengalihkan pandangan mereka dari orientasi kebarat beralih ke dunia Islam.
Faktor
lainnya juga adalah akibat perkembangan sosial di Eropa sendiri. Jadi meskipun
usaha Turki yang mati – matian untuk menjadi Barat dan menjadi bagian dari
Eropa, mereka tetap dianggap sebagai orang luar oleh masyarakat Eropa. Bangsa
Turki sering dianggap sebagai imigran kelas bawah dibanyak negara Ero pa. orang
– orang Turki yang imigrasi ke Eropa bahkan mereka dibenci dan dijadikan
sasaran teror oleh kelompok Neo Nazisme Jerman. Serangan – serangan berbau
rasial terhadap ras Turki turut memicu kebangkitan kesadaran rasial dan
keagamaan bangsa Turki. Banyak yang mulai bangga menjadi orang Turki dari pada
menjadi orang Eropa dan bahkan menentang kebijakan resmi negara Turki untuk
bergabung dengan negara uni- Eropa.
Turki kembali bangkit sebagai negara yang membawa kejayaan Islam. Bangkitnya kejayaan Islam di Turki saat ini tidak terlepas dari peran penting Recep Tayyip Erdogan yang terpilih sebagai Presiden Turki. Erdogan yang terpilih ketika Turki dalam keadaan terpuruk langsung melakukan banyak perubahan. Dimulai dengan membenahi fasilitas publik, memberantas korupsi, hingga memperbaiki mata uang agar kembali kuat. Sejak kepemimpinan Erdogan, Turki semakin berkembang pesat. Islam di Turki juga kembali bangkit sehingga Turki semakin dikenal namanya sebagai negara maju terutama di dunia Islam.
By: Muhammad Azka Irfani

Comments
Post a Comment